Perjalanan Kuliner “Part 1”


Hallo temen – temen semua sahabat @kuliner_ kita kembali ketempat “ngopi” yang menjadi tempat tujuan favorit kita di Golden Heritage Koffie untuk menikmati kopi yang memiliki aroma harum. Apa temen – temen bisa menebaknya… *di ulasan sebelumnya juga ada* malam ini tepetnya pukul 19.45 seteleh kuliner dari mie buto ijo bersama sahabat saya, nampaknya di perut ini koq masih belum penuh terisi. ƗƗɐ ƗƗɐ ƗƗɐ sepertinya efek seharian makan cma sedikit. Oke lupakan semuanya, kita konsen dengan menu kuliner kita malam ini hehe🙂 . Mie buto ijo level 3 sudah di lahap terlebih dahulu, mi hijau yang cukup pedas ini #menurut lidah saya# dari cukup ramainya pengunjung di mie bujo saya dan sahabat menikmati mie tersebut dan di dampingi dengan “srikandi” yummy ƪ(˘ڡ˘)ʃ.

Dan tidak terasa makanan saya sudah habis lalu kami bergegas pulang, sahabat saya langsung pulang karena lelah setelah perjalanan dari surabaya. Namun saya memutuskan akan meneruskan perjalanan kuliner saya, mengingat perut bisa di bilang kenyang belum – tapi klo di bilang lapar juga enggak , serba repot ya. Dan saya langsung bergegas menuju my favourite coffee place GH-Koffie asseeekk.

GH ini adalah tempat ngopi yang memiliki konsep yang Heritage dengan music jazz. Hmmm semakin senang dengan tempat ini. Ketika saya meluncur ketempat ini dengan motor saya, nampaknya GH sedang sedikit sepi. Itu bisa dilihat dari parkiran yang ada di depan gedung ini. But all its ok, sedikit atau banyak pengunjung tempat ini tidak akan membuat penilaian saya berubah, karena tempat yang tenang dan music jazznya, setelah itu saya memesan menu coffee yang single origin aceh gayo dan menu pendamping yaitu pastel. Mungkin ada yang bertanya ” what menu di tempat itu ada makanan pastel” namun itulah GH yang menyediakan makanan yang sangat umum dan bisa tersedia di tempat cafe seperti ini.
Seteguk demi seteguk minuman kopi aceh gayo ini saya nikmati dan begitu juga dengan tulisan ini saya memulai untuk menulisnya. Memang berbeda pikiran ini sangat bisa di ajak kerjasama dalam menulis artikel perjalanan kuliner saya malam ini. Memang akhir – akhir ini saya jarang sekali bisa menuangkan cerita saya dalam blog ini, karena keterbatasan waktu untuk menulis lebih sedikit dan banyak dihabiskan untuk bekerja. Haha, makanya saya sangat senang sekali, untuk malam ini kita bisa berkuliner dan jalan – jalan, terlebih lagi berbagi cerita.
Tidak terasa menu yang menemani saya dalam menulis ini juga hampir habis, lalu saya lihat jam tangan saya ternyata sudah pukul 21.00 WIB itu tandanya kita harus mengakhiri perjalanan kuliner hari ini, so jangan sampai melewatkan perjalanan kuliner kita berikutnya.

#Info @kuliner_
Harga :
1 porsi Mie Buto Ijo level 3 = Rp. 8rb
1 Minuman kendedes = Rp. 8rb
1 gelas Aceh Gayo Coffee = Rp. 12rb
1 porsi pastel = Rp. 10rb
TOTAL = Rp. 38rb

Lokasi :
Mie Buto Ijo = Jl. Sulfat (Jl. Urea) sebelah Pujasera Rame-rame
Golden Heritage Koffie = Jl. Sunandar Priyo Sudarmo (Depan pasarbuah) Dekat lampu merah Sulfat

Supported by : Info kuliner sabhatansa.biz & @kuliner_

~ oleh primamoklet pada Maret 11, 2012.

2 Tanggapan to “Perjalanan Kuliner “Part 1””

  1. mie buto ijo, gh, sudah semuaaa😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: